031-9984-0128 | 081-656-2605 [email protected]

Melihat Strategi Copywriting: Menjual Manfaat, Bukan Produk

Dalam dunia marketing, salesman ibaratnya sebagai monster penghasut yang kuat dan digdaya. Selalu memberikan euforia untuk kemudian berpikir serupa dengan yang diujarkan, satu klise yang hampir pasti terjadi. Layaknya salesman, copywriter pun memiliki tujuan dan skema yang serupa. Meskipun berbeda metode, keduanya kerap disamakan, namun jika ditelusuri lagi tingkat kesulitannya jelas berbeda terlebih copywriting yang harus mampu menarik minat orang hanya dengan bacaan singkat.

Sebenarnya tidaklah sulit, cukup mengombinasikan judul bombastis dengan isi yang hiperbolis saja dipastikan mampu menarik pengunjung. Ya, tapi hanya pengunjung tanpa membaca isinya. Oleh karena itu hampir semua pelaku copywriting mengacu bahwa iklan yang baik merupakan iklan yang sebenarnya tanpa dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Hal itu diberlakukan karena tiap-tiap konsumen adalah pembeli manfaat bukan produk, sehingga deskripsi singkat tentang produk selalu meninggikan manfaat sekaligus untuk membangun kepercayaan dan mengatasi keberatan konsumen.

Copywriting sendiri merupakan salah satu elemen yang paling penting dari pemasaran online. Cukup efektif dengan melibatkan strategi dalam memberikan kata-kata deskriptif yang mampu mempengaruhi pemikiran orang lain saat membacanya. Seperti dalam penulisan jurnalistik, sistematika penulisan copywriting tidak perlu panjang lebar, asalkan jelas dan singkat, pastinya mampu menarik agar terciptanya interaksi.

Meskipun hanya menuliskan deskripsi singkat, copywriting tergolong pekerjaan yang menyulitkan karena mengharuskan seseorang untuk mempelajari produk dari satu sudut ke sudut yang berbeda. Juga mencari spot yang dapat menjadi perhatian pelanggannya, lalu diaduk bersama strateginya hingga mampu membangun minat konsumen.

Dalam praktiknya, copywriting membuat keadaan seolah-olah memojokan konsumen agar merasa bahwa produk itu memang dibuat untuknya, jadi terasa sanksi jika tak membelinya. Tidak perlu menggunakan kata-kata mewah yang penuh diksi, cukup memakai bahasa yang interaktif dan informatif, tulisan mengalir dengan tenang, percaya diri, dan tentunya menghasut secara halus. Setiap kata diucapkan dengan benar dan pandai memangkas percakapan, itu adalah mantra-pengikat yang kemudian akan mencapai deal antara keduanya.

1
Selamat datang di Gravcode Studio!
Powered by