0818-305-845 | 0857-3170-5474 gravcode@gmail.com

Mutualisme Facebook dan Twitter Dalam Pengembangan Bisnis

Peluang bisnis selalu terbuka di mana saja, tak terkecuali dunia maya. Kini tidak ada yang memungkiri akan digdayanya media sosial dan perubahan akibatnya baik positif atau negatif. Puluhan hingga ratusan media sosial telah memanjakan berbagai perusahaan bisnis dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Update seketika, konten segar dan keterlibatan interaktif menjadi aktifitas rutin tiap perusahaan bisnis di tengah kegiatan nyata.

Secara garis besar, dua platform terbesar dan terpopuler di dunia: Facebook dan Twitter memegang wilayah persaingan terbesar diantara sosial media lainnya yang digunakan untuk pengembangan bisnis. Pada tiap harinya ada 900 juta perusahaan login di halaman facebooknya, sedangkan sekitar 300 juta masuk di twitter. Dibawahnya sekitar 150 juta per harinya menggunakan G+ (Google +) dan LinkedIn. Lalu, apakah jumlah tersebut sudah menyimpulkan jika Facebook lebih baik daripada Twitter?

Tahun 2014 ini Brandwatch mengamati per harinya terdapat 300 ribu akun perusahaan mengupdate statusnya di Facebook, namun jumlah itu berbanding jauh dengan total tweet di tiap harinya yang mencapai 340 juta. Hal itu membuktikan jika perbandingan 63.206 karakter dengan 140 karakter tidak melulu jadi tolok ukur dalam memilah mana yang pas sebagai peluang terbesar mengolah sebuah bisnis.

Facebook yang beken lebih awal memang menjanjikan satu halaman web penuh yang mampu mengeksplorasi sebuah bisnis untuk dipublikasikan dengan fitur-fiturnya. Pengguna dipersilahkan membuat event reminder, posting foto dengan tag wajah, menulis informasi perusahaan tanpa batasan karakter, chatting hingga linimasa yang tersimpan rapi dan sewaktu-waktu dapat diakses. Twitter tidak memiliki itu semua, namun di era global seperti ini platform berlogokan burung itu mampu menunjukkan taringnya.

Kecepatan dalam mengolah informasi menjadi daya tarik publik melirik Twitter. Platform yang rilis pertama kali tahun 2006 ini memang fokus pada layanan blogging mikro (microblogging) dan RSS untuk penyebaran informasi. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa Twitter sebagai ‘SMS-nya internet’, bahkan beberapa orang menyebut Twitter lebih cepat dari gempa. Dengan kekuatan # (baca:hastag) banyak perusahaan mencari peluang bisnisnya, meraba apa yang sedang menjadi topik paling panas hari ini lalu menyelipkan produknya.

Dalam perkembangan bisnis, tercatat pada tahun 2009 Brandwatch menemukan ada 9 % perusahaan di dunia tidak memiliki halaman Twitter. Sedangkan kini survey mengamati hanya 2 % dari perusahaan besar dunia yang tidak memiliki halaman Twitter. Bahkan dari perusahaan-perusahaan itu ada sekitar 63 % yang memiliki lebih dari satu akun, misal seperti Capital One, Starbucks atau McDonald.

Jumlah-jumlah yang sudah terurai di atas membuktikan adanya mutualisme dari kedua platform mutakhir Facebook dan Twitter. Dengan kelebihannya masing-masing mereka dipilih. Kekurangan yang ada pun tidak dipedulikan karena baik secara disadari atau tak disadari publik luas menggunakan Facebook untuk mengisi kelemahan fitur di Twitter, dan sebaliknya Twitter juga banyak digunakan untuk mengisi kelemahan fitur di Facebook.

WhatsApp Support
Kami online menjawab kebutuhan/ pertanyaan Anda.
👋 Hi, dengan Gravcode, ada yang bisa dibantu?