0818-305-845 | 0857-3170-5474 gravcode@gmail.com

Pentingnya Konten dalam Website

Adalah Bill Gates dari Microsoft yang meramu kata-kata ‘content is king‘ pada tahun 1996 silam. Kata-kata ini pula yang akhirnya seperti menjadi acuan dalam pembangunan sebuah website baik untuk keperluan komersial atau wadah informatif khalayak ramai. Namun seiring perkembangan jaman dan metode marketing di media maya, frase ‘content is king’ ini sering dilupakan dan malah dihindari.

Ini menyusul cara marketing yang dianggap lebih modern saat ini, yaitu ‘visual over text‘ di mana penggunaan gambar atau sajian visual yang terbukti lebih menarik perhatian seseorang daripada sekedar pemberitaan melalui kata-kata. Memang benar, inilah psikologi dasar manusia yang lebih memilih melihat daripada membaca, sebab melihat lebih membutuhkan sedikit kerja otak daripada harus mengeja deret huruf dalam suatu kalimat.

Tipikal pengiklanan atau sebar berita melalui gambar ini kian menemukan titik cerah dengan teknologi web belakangan ini. Berbekal HTML5 yang seperti mampu melakukan segala tatanan visual yang menyenangkan visi para visitor-nya sehingga melupakan pentingnya konten.

Namun perlu diketahui jika metode modern ini tak selamanya benar. Apalagi jika penerapannya untuk sebuah website, yang konsep awalnya tetap saja untuk komersial atau sebagai wadah informatif dalam desain dan bentuk apapun, words are unbeatable, they’re just change in shape.

Sumber Selamat dan dilema keruwetan website profil

Seperti pada yang terjadi dengan rekan bisnis Gravcode, yaitu Sumber Selamat yang merupakan dealer produk interior khususnya High Pressure Laminate terbesar di Indonesia Timur. Sumber Selamat menginginkan satu website sebagai representasi profil online mereka dalam internet, namun masih awam untuk mengerti sebuah mutu dan kesempatan menguntungkan yang dapat diraih oleh website.

Sumber Selamat berpendapat jika content bukanlah sesuatu yang penting dan menginginkan website dengan tampilan sesederhana mungkin. Bagi Gravcode ini ialah tantangan tersendiri untuk memberikan layanan yang mengedukasi klien sekaligus mengabulkan keinginannya tanpa mempengaruhi kualitas akhir dari website Sumber Selamat.

Kesalahan fatal digital agency pembuat website kebanyakan ialah dengan menganggap permintaan klien sebagai sesuatu yang absolut, dengan langsung membangun sesuai pesanan, baik atau buruk. Padahal inilah bumerang bagi arsip portofolio mereka. Layanan tak edukatif seperti ini tak akan memajukan perkembangan website di Indonesia berapapun banyak pengguna internetnya.

Gravcode memberikan layanan pada Sumber Selamat berupa orientasi dunia digital di mana persaingan komersial begitu panas dan cepat. Baik dari segi visual, teknis ataupun manajemen konten dengan meletakkan pertimbangan yang fleksibel pada permintaan klien sehingga membuahkan website yang pas menjawab kebutuhan.

Di bawah ini ialah beberapa faktor betapa pentingnya konten dalam website, seperti yang dilakukan Gravcode pada Sumber Selamat.

Visual tak memberi ranking dalam search engine

Lagipula untuk bisa menjadi sarana komersial dan informatif dunia digital yang kompeten sebelum berpikir segi keuntungannya, website harus terolah dalam search engine, Google, Yahoo!, Ask, Bing dll, dengan predikat semakin tinggi semakin baik dan bermutu. Faktanya mesin pencari meranking sebuah website mengacu pada relevansi kontennya dan bukan gambar. Ini alasan mengapa penting sekali untuk membuat konten yang orisinil.

Demikian dengan update/pembaharuan konten secara berkala akan menjadi tujuan utama ketika mesin pencari menjelajahi sebuah website (crawling). Jika konten jarang diperbaharui, maka secara otomatis mesin pencari menurunkan ranking website tersebut. Ada beberapa cara untuk terus memperbaharui website, salah satunya ialah dengan memberi news section, menyediakan newsletter atau RSS dan Gravcode jelas memberi layanan ini secara gratis.

Konstruksi konten yang relevan

Hindari duplikasi konten sebab mesin pencari memiliki duplication filter. Demikian pula kepenulisan konten harus tepat sasaran dan relevan, informatif dan menarik. Gunakan keyword secerdas mungkin sebab tujuannya ialah menulis untuk pembaca, bukan untuk mesin pencari. Tak ada yang lebih membosankan membaca sebuah artikel yang dijubeli oleh keyword.

Pikirkan baik-baik apa yang akan diinginkan oleh pembaca. Sebagai contoh sumberselamat.com sebagai solusi penyedia kebutuhan interior. Gravcode mengetahui bahwa kebanyakan website interior, khususnya di Indonesia sangat lemah dalam hal konten website. Maka ada baiknya jika dilengkapi dengan keterangan yang edukatif tentang apa saja dan jenis interior dan tak melulu memamerkan katalog contoh wallpaper dan HPL.

Selain itu kejelasan profil juga harus didukung dengan detail lengkap tentang alamat, sertakan Google Map jika perlu, media transaksi dan pembayaran, cara pemesanan dan halaman pendukung lainnya.

Kombinasi dan dinamika konten

Atur keseimbangan antara visual dan konten, dan perlu diingat bahwa gambar ialah bagian dari konten pula. Kombinasikan gambar dan teks dengan proporsi yang benar. Caranya ialah dengan membuat gambar sebagai pendukung dari teks, menaruhnya di sela paragraf atau sebagai featured image, dan lengkapi gambar tersebut dengan judul, alternate textcaption serta link yang jelas sebab mesin pencari seperti Google melakukan crawling visual dari teks dan link yang melekat pada gambar.

Dekorasi konten

Terakhir ialah murni sebagai bumbu atraktif untuk menarik pembaca. Ini untuk membuktikan bahwa konten juga bisa menarik sama halnya dengan pesona visual. Caranya ialah dengan memanfaatkan dan memaksimalkan layout serta tipografi sesuai yang disediakan oleh platform masing-masing.

Hal sederhana seperti dropcap, penerapan kolom, tabel dan boxestabs dan list akan membuat pembaca lebih kerasan membaca selain menambah readability sebuah artikel. Dan semakin mudah tulisan dalam artikel di baca, semakin sering pengunjung menuju ke sebuah website yang artinya peningkatan dalam ranking mesin pencari.

WhatsApp Support
Kami online menjawab kebutuhan/ pertanyaan Anda.
👋 Hi, dengan Gravcode, ada yang bisa dibantu?